F i t r i a

July 6, 2006

Cerita Cinta

Filed under: Love

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya. Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam.

Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA.

Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya.

CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran “Sebab……HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU” Maka dari itu, "LUANGKANLAH WAKTUMU UNTUK KEKASIHMU WALAUPUN HANYA SESAAT"

June 28, 2006

Friendship vs Love

Filed under: Love

Author: Unknown

Friendship is a quiet walk in the park with the one you trust
Love is when you feel like you are the only two around

Friendship is when they gaze into your eyes and you know they care
Love is when they gaze into your eyes and it warms your heart

Friendship is being close even when you are far apart
Love is when you can still feel their hand on your heart when they are not near

Friendship is hoping that they experience the very best
Love is when you bring them the very best

Friendship occupies your mind
Love occupies your soul

Friendship is knowing that you will always try to be there when in need
Love is when you will give up everything to be at their side

Friendship is a warm smile in the winter
Love is a warming touch that sends a pulse through your heart

Friendship can hurt the meaning of love
Love give eternity form friendship

Love is a beautiful smile to which nothing compares
A tender laugh, which opens your heart
A single touch that melts away your fears
A smell that reminds you of the tenderness of heaven
A voice that reminds you of the innocence of youth

Friendship will end if death is fetched
Love will continue forever

June 27, 2006

Tidak harus selalu berwujud bunga

Filed under: Love

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang  bidang. 

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. 

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah  saya dapatkan. 

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal. 

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya. Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya  semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?

Dan akhirnya suami saya bertanya, " Apa yang dapat saya  lakukan untuk merubah pikiran kamu ?" Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab  dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat  menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan  merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang  ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu  memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya ?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan  memberikan jawabannya besok."  Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.  Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya  dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan… "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."  Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya. "Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik kamu’  datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal." "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh’. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu  dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan  mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua  nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku  kamu dan mencabuti uban kamu."  "Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing  kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah  seperti cantiknya wajah kamu." "Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah  yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati.  Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian saya."  "Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk  itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan  saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya  tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki,  dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat  tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetapberusaha untuk terus membacanya. "Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini,  dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah  ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang  sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu." "Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang,  biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang  saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia." Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya  berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil  tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.  Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah  mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat  memberikan  cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah  hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud  cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.  Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

June 22, 2006

Crystal Rose

Filed under: Love

Richard dan Clara adalah sepasang suami istri yang romantis. Richard sangat mencintai istrinya dan berusaha melakukan segalanya utk membahagiakan orang yg dicintainya. Setiap hari Valentine, Richard selalu mengirimkan buket bunga mawar kepada Clara. Tapi kebahagian mereka tak lama, karena Richard akhirnya meninggal karena kanker. Setiap hari, Clara selalu menangisi kepergian suaminya tercinta. Hari demi hari berlalu, hingga tiba hari Valentine.

Pada hari valentine, tiba2 ada yg mengetuk pintu. Saat Clara menyambutnya, ternyata seseorang mengirimkan sebuah buket bunga mawar kepadanya. Clara berpikir, siapa yg begitu kejam dan tega untuk berbuat seperti itu. Lalu Clara pun mendatangi toko bunga itu.

Setibanya ditoko bunga, Clara langsung menanyakan siapa dan mengapa ada org yg tega melakukan hal yg menyakitkan itu?. Pemilik toko itu berkata bahwa bunga itu adalah pesanan dari bapak Richard itu sendiri khusus utk Ibu Clara dan dikirimkan pada hari Valentine. Lalu pemilik itupun memberikan tanda terima serta sepucuk surat. Clara mengenali tulisan di surat itu. Itu tulisan Richard.

“Dear Clara,

Saat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tiada didunia ini. Aku tahu aku bersalah untuk merahasiakan sakitku. Tapi percayalah, aku akan lakukan apapun utk menjaga dan melindungi kamu dan perasaan kamu. Karena aku sangat begitu mencintaimu. Tapi janganlah engkau larut dalam kesedihan karena kepergianku. Teruskanlah hidupmu, karena aku telah berusaha memperjuangkan cahaya didalam dirimu. Jangan sampai cahaya itu pudar dari dirimu. Karangan bunga mawar yg indah ini, takkan pernah berhenti untuk dikirim kepadamu. Menandakan Cintaku takkan pernah berhenti. Sampai nanti, saat pengantar bunga mengetuk pintu rumahmu, dan tak ada yg menjawab. Namun, 3 hari kemudian, pengantar bunga akan kembali mengetuk pintu rumahmu. Jika kamu masih tidak menjawab, maka bunga itu akan diletakkan disamping tempat kau beristirahat dengan tenang. Selamanya bersamaku

Aku sangat mencintaimu, Clara

Ps: Richard”

Selesai membaca surat itu, pemilik toko menyerahkan sejumlah resep2 tanda terima. Suami ibu telah membayar bunga ini 3 tahun kedepan. inilah tanda terima dan bukti2 pembayarannya.

June 5, 2006

Sayangku …

Filed under: Love

Tersenyumlah kau pujaanku
Bahagialah kau kasihku
Karna hanya semua itu
Yang bisa tenangkan hatiku 

Lepaskanlah sejenak keluh kesahmu
Sampaikan segala gelisahmu padaku
Dan takkan kubiarkan
Derita datang membelaimu 

Dekap erat tubuhku
Dan rasakan betapa aku menyayangimu
Biarkanlah jiwaku
Menyentuh relung hatimu
Karna kau adalah sayangku …